Menjalankan sebuah usaha, termasuk menjalankan
bisnis MLM memiliki tujuan akhir untuk sukses, dalam pengertian usaha yang
dijalankan akan menghasilkan uang sesuai denga keinginan atu harapan kita.
Setiap usaha dalam pelaksanaanya selain perencanaan akan memerlukan MODAL.
Sekecil apapun MODAL sangat dibutuhkan untuk menginisialisasi dan menjalankan
sebuah usaha.
Sehingga untuk masuk ke dalam sebuah usaha MLM,
yang harus dipikirkan adalah kesiapan modal anda, baik modal niat, kemauan dan
yang terpenting adalah modal berupa uang. Anda harus menyiapkan modal, yang
dalam dunia bisnis disebut sebagai CAPEX dan OPEX. (untuk memulai bisnis tanpa
uang, tunggu artiikel yang akan datang).
1.
Pencarian Modal/Pengumpulan
Modal
Apabila anda belum memiliki
modal, jangan coba – coba untuk bergabung dengan sebuah MLM! (SERIUS!!!). Yang
perlu anda lakukan adalah segera menyiapkan modal. Cara yang paling mudah
adalah menyisihkan dana dari penghasilan kita saat ini, dan MENABUNG.
Cara menabung yang bisa
dilakukan bisa secara konvensional, misalnya menggunakan celengan atau menabung
di bank (dan jangan menggunakan ATM, karena akan menggoda anda untuk
menggunakannya jika ada keperluan).
Cara menabung yang lain
yang lebih baik juga sekarang tersedia, misalnya tabungan perencanaan atau
tabungan pendidikan misalnya. Dengan nominal minimal 100 ribu, kita bisa
menabung dengan cara dipotong langsung dari rekening kita, dan setelah dalam
jangka waktu tertentu, paling cepat 1 tahun (kita bisa memilih jangka waktunya)
tabungan tersebut akan dimasukkan rekening kita sejumlah tabungan kita selama
jangka waktu 1 tahun tersebut, tanpa khawatir kita lupa untuk menabung.
Jumlah tabungan tersebut,
setidaknya harus bisa meng-cover kegiatan bisnis kita selama minimal 3 – 6
bulan, atau paling tidak sampe dengan bisnis kita sudah menghasilkan sejumlah
modal yang telah kita keluarkan, dan memberikan profit/keuntungan.
Hal ini dapat menjadi target usaha kita, sehingga
kita memiliki semangat untuk mencapai target dengan sebaik – baiknya. Karena
apabila target kita tidak tercapai maka kita harus mengeluarkan modal lagi
untuk mensupport kegiatan usaha kita.
Alternatif Modal untuk memenuhi biaya usaha MLM yang lain juga masih ada beberapa, selain modal tetap utuh, biaya yang dibutuhkan juga tersedia, check this.
Alternatif Modal untuk memenuhi biaya usaha MLM yang lain juga masih ada beberapa, selain modal tetap utuh, biaya yang dibutuhkan juga tersedia, check this.
2.
Penggunaan
dan pembelanjaan modal yang efektif
Setelah kita memiliki modal,
maka kita harus dapat membelanjakan modal tersebut sehingga efektif. Gunakan
modal yag kita miliki untuk menghidupi bisnis MLM yang kita ikuti. Kewajiban
kita dalam bisnis MLM ada 2, yaitu:
a.
Meningkatkan
penjualan (kewajiban 1)
Sebagai seorang marketing wajib hukumnya untuk mencapai nilai penjualan
sesuai target. Kalo saya target yang harus dicapai adalah 2 kali dari target penjualan minimal/poin
minimal yang ditetapkan.
Tekankan untuk mencapai 2 kali, karena kebiasaan kita biasanya mencapai
target minimal adalah target yang harus kita capai, padahal dengan mencapai 2
kali target minimal akan memaksimalkan usaha kita. Apabila kita sudah bisa
mencapainya maka itulah kemampuan yang kita miliki pada saat ini, jikapun
meleset dari target setidaknya kita sudah melampaui target minimal.
Tetapi jika target minimal adalah target kita, maka jika meleset... kita
akan benar – benar tidak menghasilkan apa – apa, alias sia – sia.
CARA MENINGKATKAN PENJUALAN.
Untuk bisa mencapai penjualan yang semestinya, maka sebagai marketing kita
harus meningkatkan pengetahuan mengenai produk yang kita jual, kemampuan dalam
menjual, memperluas jangkauan kita dalam menginformasikan produk kita.
Untuk meningkatkan pengetahuan tentang produk, baca informasi ttg produk,
baik di katalog, aktif di forum, bertanya ke upline dan sebagainya. Untuk
meningkatkan kemampuan menjual, ya tentunya aktif dalam pelatihan – pelatihan
trus tidak takut mencoba untuk menjual dan menawarkan barang ke lingkungan
sekitar, lingkungan rumah, kerja, teman – teman dan komunitas. Serta memperluas
jangkauan pemasaran dengan cara memperluas cakupan penyebaran brosur, katalog
produk yang kita miliki, dengan tidak lupa memberikan kartu nama.
Dalam sebuah diskusi, di milist pengembang properti yang membahas mengenai
marketing, dari jika ada 1000 propeks, kemungkinan ada 10 calon yang mungkin
akan membeli produk kita dan 1 yang merealisasikan pembeliannya. Sehingga,
semakin banyak kita menyebarkan informasi produk kita, semakin banyak yang tau
pasti ada yang akan berminat, dan salah satunya pasti akan membeli produk kita.
b.
Mengembangan
jaringan dan support (kewajiban 2)
Untuk memaksimalkan potensi dari usaha MLM, kewajiban berikutnya adalah
memaksimalkan modal kita untuk mengembagkan jaringan. Sinergi dengan usaha
meningkatkan penjualan, kita dapat berusaha untuk mengembangkan jaringan.
Dengan cara mengamati, dan mengajak orang yang kita anggap sesuai untuk menjadi
partner kita.
Modal bisa kita gunakan untuk mengajak diskusi calon partnert kita,
mengundang upline kita untuk membantu memberikan informasi. Yah minimal ngajak
ke cafe agar diskusi lebih enak tentunya juga membutuhkan modal juga :D
3.
Pemilihan dan
Pembinaan Calon Downline
Mengembangkan jaringan
merupakan kewajiban yang sangat menentukan juga. Apabila kita mendapatkan
partner yang memiliki kesamaan visi, misi dan cara bertindak tentunya akan
menjadi jaminan jaringan kita akan terus berkembang, serta mengefektifkan modal
kita dalam meng-edukasi partner kerja kita.
Saya pernah
mendapatkan downline dari upline saya, seseorang yang saya belum kenal dan
belum pernah berkomunikasi. Awalnya saya senang, upline saya baik nih, mau
support nyariin downline buat saya, namun setelah menjadi downline ternyata
sangat susah untuk bisa se-visi, serta bertindak yang sama seperti saya.
Akhirnya lama – lama lost kontak, dan kemudian menjadi downline yang pasive,
jualan enggak, belanja enggak, dapat downline juga enggak... PASRAH!
Sehingga penting untuk
menentukan downline yang sesuai. Menentukan, anda lah yang berhak dan wajib
menentukan siapa partnert kerja anda.
Setelah menentukan siapa
partner anda, tentunya yang se visi, misi dan mau bertindak sesuai dengan yang
anda informasikan dan anda lakukan, maka berikutnya adalah bekerja sama dan
membina. Sehingga anda dan partner anda benar – benar bekerja sama membangun
jaringan, tidak hanya sekedar LO IKUT
gue seneng, LO BANGKRUT emang gue pikirin... :D
4.
Pengembangan
Bisnis
Setelah mendapatkan partner
kerja yang sesuai, memiliki jaringan yang berjalan dengan baik, dan income
sudah sesuai yang diharapkan... WHAT’s NEXT??
Pastinya mengembangkan bisnis tersebut sampe
dengan level yang tinggi, dengan terus mengembagkan jaringan sehingga
perkembangannya akan semakin lama semakin cepat, kalo bisa downline2 kita yang
jauh di bawah sana, bisa lebih cepat berkembang dari kita, karena didukung yang
lebih berpengalaman seperti anda J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar