Minggu, 13 Mei 2012

Share : Menjalankan Bisnis MLM untuk Pemula


Sekedar berbagi pengalaman dan pemikiran dalam rangka menjalankan usaha menuju sebuah kemandirian finansial.
Dalam kehidupan sehari – hari kita memiliki kewajiban untuk sukses dan mandiri secara finansial sehingga dapat menjalankan kewajiban baik sebagai pribadi, kepala atau anggota keluarga, sebagai warga negara dan masyarakat yang baik sperti membayar pajak, zakat dan sebagainya. Juga untuk berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, seperti berpasrtisipasi di lingkungan RT/RW, membantu tetangga dan orang yang kekurangan.

Untuk sukses secara finansial itu kita bisa memilih bekerja maupun berwirausaha. Atau mungkin menjalankan keduanya, bekerja dan berwirausaha.

Salah satu kegiatan wirausaha yang dapat dipilih, baik untuk usaha yang full akan dijalankan, maupun sebagai bisnis sampingan adalah bisnis jaringan. Salah satu jenis bisnis jaringan adalah Multi Level Marketing, sebuah jenis bisnis yang menggunakan sistem DIRECT SELLING, yaitu penjualan door to door serta pengembangan jaringan/member yang biasa disebut sebagai upline/downline.

Usaha Multi Level Marketing secara pengertian dapat di cari pada wiki. Secara sederhana MLM merupakan sebuah bentuk METHODE PENJUALAN BARANG yang menggunakan sistem DIRECT SELLING.

Direct Selling dipilih produsen/importing adalah untuk memotong jalur distribusi penjualan barang, sehingga produsen memiliki kontrol terhadap harga barang hingga sampai dengan ke konsumen, dan mengalihkan biaya distribusi menjadi sebuah peluang bagi konsumen untuk mendapatkan keuntungan berupa bonus dan penghasilan.


Dari hal tersebut, maka paradigma yang pas bahwa bisnis ini merupakan sebuah pekerjaan dalam bidang MARKETING yang dapat dilakukan oleh siapapun, sehingga seseorang dapat memiliki posisi sebagai MARKETING sebuah produk selain sebagai seorang KONSUMEN.
Oleh banyak orang MLM dipandang sebagai sebuah opportunity, namun juga banyak dipandang atau memiliki image yang ‘nggak banget’ dikarenakan praktek di lapangan banyak terjadi penyimpangan operasional, serta unsur ketidaktahuan serta pembangunan opini dari beberapa pihak yang kontra terhadap MLM.

      1.       Realita dalam MLM
Beberapa realita dalam bisnis MLM yang sering dijumpai adalah munculnya sosok – sosok pebisnis MLM yang berhasil, serta memiliki kehidupan yang sangat luar biasa. Jika kita melihat majala internal sebuah bisnis MLM (ada MLM yang menerbitkan majalah internal, untuk meliput kegiatan perkembangan bisnis dan jaringan para anggotanya, serta acara – acara gathering internal), maka kita dapat menemukan sosok pebisnis yang berhasil dalam kegiatan bisnis MLM.
Namun tak jarang juga, kita temui pebisnis yang gagal. Mungkin di sekitar kita, sudah menjalankan bisnis MLM namun tidak sukses, sudah mencoba banyak MLM namun tidak satupun jaringan bisa terbentuk.
a.        Tipe Pebisnis MLM
Pelaku bisnis MLM yang bisa berhasil, dapat kita lihat beberapa faktor kesuksesan mereka. Saya kenal beberapa diantaranya, karena sejak kuliah saya memiliki beberapa kawan, bahkan murid les yang berkecimpung di MLM (MLM yang berbeda-beda). Dan mereka sukses dengan MLM mereka, sampai sekarang.
Mereka adalah pribadi – pribadi yang sangat menyenangkan, supel atau bisa dibilang mereka adalah orang – orang yang selalu positive dalam memandang sebuah masalah.
Salah satu dari mereka sekarang sukses sebagai karyawan di sebuah perusahaan di Jepang, namun sampai sekarang juga menjalankan bisnis tersebut di sana. Dia seorang yang cerdas, (lulusan PTN ternama di surabaya, jurusan teknik informatika dengan predikat cumlaude). Dia memahami dan sangat mengerti arti bisnis MLM, rule – rulenya serta etika dalam menjalankan bisnisnya. Dan yang saya sangat salut, dia pernah menunjukkan kepada saya plan – plan yang akan dikerjakan pada waktu itu. Seperti mengunjungi prospek dan partner kerja, membuat bahan marketing dan sebagainya.
Demikian halnya dengan seorang anak SMA, murid les saya. Waktu itu saya masih kuliah, dan menjadi guru les untuk menambah uang saku. Dia masih kelas 2 waktu pertama kali bergabung dengan sebuah MLM, karena diajak oleh teman sekolahnya. Dan ketika les dengan saya, dia sudah memiliki beberapa partner kerja, dan beberapa kali saya mengetahui mereka berdiskusi dalam mengembangkan jaringan, mulai membuat daftar prospek, jadwal ketemuan, sampe mengikuti kegiatan pelatihan-pelatihan yang diadakan serta seminar untuk mengembangkan usaha.
Juga beberapa orang yang lain, semuanya memiliki kesamaan, mengerti ttg bisnis MLM, rule dan etika, mereka dengan patuh dan taat pada rule tersebut menjalankan usahanya, serta PLANNING, mereka selalu memiliki sebuah rencana bagaimana menjalankan usaha tersebut, serta mengevaluasinya.
Namun, jangan salah saya juga mengenal beberapa teman maupun kenalan yang juga menjaankan bisnisnya, dan sampai sekarang juga masih rajin mengajak saya untuk bergabung dalam bisnis yang dia kelola. Melakukan pendekatan dengan segala cara, sehingga terkesan memaksa, dengan iming – iming bonus serta penghasilan passive income yang besar dengan cepat. Namun setelah saya lihat, jaringan mereka tidak berkembang, bahkan mereka masih harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit agar keanggotaannya masih tetap berlaku dengan berbelanja produk – produk yang mereka jual.
Bahkan ada juga yang sekarang sudah berhenti, dan membiarkan keanggotaannya menjadi tidak aktif di jaringan, dengan alasan mengembangkan MLM susah. 
b.       Jaringan yang baik
Memilih bisnis MLM penting, namun memilih jaringan tidak kalah pentingnya. Jaringan adalah sebuah organisasi tempat dimana kita akan bekerja. Jika jaringan tersebut baik maka tentunya kita akan merasa nyaman, dan kerasan sehingga akan menimbulkan semangat untuk berusaha. Sama seperti kita di lingkungan kerja, jika kita bekerja dengan orang – orang yang baik, bersemangat, fair, dan mau berbagi dan saling support, tentunya kita akan merasa nyaman dan kerasan untuk bekerja dan memberikan hasil pekerjaan yang optimal.
Jaringan yang beretika, mengerti bisnis, etika bisnis serta menjalankan bisnis secara baik dan benar, akan memudahkan kita berkembang.
Saya pernah membaca rule dan etika sebuah MLM, di mana member tidak boleh menawarkan barang secara online dengan memajang produk –produknya di media online, seperti blog, facebook dan sebagainya, namun banyak membernya yang masih melakukan hal tersebut. Secara sepintas mungkin tidak masalah, karena usaha untuk menjual barang dengan menawarkan secara online tentunya diharapkan akan berhasil, namun apabila kemudian kita bisa bayangkan, jika semua melakukan hal yang sama. Akan timbul persaingan, karena di media akan terjadi perebutan konsumen yang tidak sehat, misal persaingan harga dan sebagainya. Yang menjadikan bisnis menjadi saling menjatuhkan di antara vendor yang sama. Bayangan jika hal tersebut terjadi di sebuah jaringan yang sama??




      2.       Usaha Penjualan Barang
Berdasarkan definisi serta tujuan produsen memilih methode penjualan DIRECT SELLING melalui multi level marketing, maka bisnis MLM merupakan suatu peluang usaha dalam bidang marketing. Sehingga perlu dibangun paradigma sebagai berikut :
a.        Berpikir penjualan barang sebagai nyawa dari bisnis
Karena MLM merupakan sebuan metode penjualan barang dan penjualan produk/barang merupakan tujuan dari metode ini, maka penjualan barang adalah inti dari bisnis ini. Kita harus dapat memasarkan produk dari sebuah MLM untuk bisa sukses di bisnis ini.
b.       Berpikir sebagai marketing
Untuk bisa menjual, posisi kita dalam bisnis ini tentunya adalah sebagai seorang tenaga marketing, sales atau pedagang. Sehingga sebagai seorang marketing tentunya akan belajar bagaimana menjadi seorang marketing yang baik untuk dapat sukses dalam bisnis ini.
c.        Memiliki target penjualan yang jelas
Sebagai tenaga marketing, atau sales pasti memiliki target penjualan. Meskipun merupakan usaha yang dijalankan sendiri, penentuan target penjualan merupakan suatu hal yang penting sebagai tolok ukur keberhasilan dalam menjalankan bisnis.
d.       Memiliki pengetahuan produk dan segment yang jelas.
Seorang marketing yang baik tentunya harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai produk – produk yang dipasarkan. Dengan mengetahui pengetahuan ttg produk, maka selain dapat memberikan informasi kepada pelanggan, juga akan dapat menentukan segmen atau jenis pelanggan yang sesuai untuk produk yag dijual, sehingga penjualannya bisa maksimal.

      3.       Usaha Pengembangan Jaringan
MLM merupakan sebuah metode penjualan yang menggunakan media jaringan, sehingga setiap pelakunya harus dapat mengembangkan jaringan untuk bisa memaksimalkan penjualannya. Secara umum semua bisnis juga menggunakan jaringan sehingga dapat berkembang, namun secara prinsip terdapat perbedaan, di mana pada bisnis konvensional jaringan yang dikembangkan adalah jaringan distribusi dan tentunya pelanggan. Sedangkan pada MLM tidak dikenal jaringan distribusi secara spesifik, karena pelanggan merupakan jaringan distribusi sekaligus pelanggan bagi produk MLM. Beberapa hal yang terkait dalam jaringan MLM, adalah :
a.        Berpikir seperti akan merekrut partnert kerja
Sebagai pelaku MLM, jaringan merupakan partner dalam hal bekerja, karena downline merupakan pelanggan sekaligus jalur distribusi yang dapat meningkatkan volume penjualan jaringannya. Sehingga dalam mengembangkan jaringan, harus dipertimbangkan bukan hanya mencari seorang downline, yang mendaftar kepada vendor sebagai member yang kita sponsori, lebih penting lagi downline adalah partner kerja yang harus memiliki visi, misi dan mau beraksi sama dengan yang kita lakukan. Sehingga jaringan akan semakin besar, dan menghasilkan sesuatu sesuai dengan harapan kita.
b.       Jaringan sebagai aset dan sumber penghasilan
Jaringan bagi MLM adalah sangat penting, sehingga memiliki jaringan harus terus dipelihara dan selalu dikembangkan. Sehingga, kegiatan untuk mencari partner kerja juga tidak boleh terhenti meskipun downline kita sudah sesuai dengan aturan dari vendor MLM. Hal ini juga merupakan sebuah support bagi partner kita yang telah kita ajak bekerjasama.

Setelah mengetahui konsep dan paradigma dalam usaha MLM, maka kita lanjutkan untuk menjalankan usaha MLM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar